• Berita Terbaru

    June 11, 2026

    elnusanews/com June 11, 2026

    Penyembuh Trauma di Tapal Batas: Saat Tawa Anak-Anak Kawio Pecah di Sela Tenda Pengungsian


    SANGIHE, Elnusanews — Gemuruh gempa bumi yang sempat mencengkeram Pulau Kawio dengan ketakutan, perlahan luruh digantikan riuh tawa yang membubung tinggi. Di sela-sela deretan tenda pengungsian Kecamatan Kepulauan Marore, wilayah tapal batas utara Indonesia, keceriaan anak-anak korban bencana kembali pecah.

    Mereka berhamburan, melompat, dan saling melempar senyum saat mengikuti rangkaian permainan pemecah suasana (ice breaking). Bagi anak-anak ini, beberapa jam bermain bersama rombongan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe bukan sekadar hiburan. Ini adalah momen mahal untuk melupakan sejenak memori kelam guncangan tanah yang merenggut rasa aman mereka.

    Pemandangan hangat ini terjadi saat Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari dan Wakil Bupati Tendris Bulahari, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), menembus wilayah perbatasan untuk meninjau langsung korban terdampak. Namun, alih-alih hanya menjadi agenda birokrasi formal, kunjungan ini berubah menjadi ruang pemulihan trauma (trauma healing) yang menyentuh hati.

    Tanpa sekat, Bupati dan Wakil Bupati membaur di atas rumput dan tanah pengungsian. Mereka duduk melingkar, mendengarkan celoteh polos anak-anak, sekaligus merangkul para orang tua yang masih dirundung cemas. Pendekatan humanis ini menjadi penawar dahaga psikologis yang sangat dibutuhkan warga di tengah keterbatasan posko darurat.

    Pemerintah daerah menegaskan bahwa pemulihan pascabencana di kepulauan terluar tidak boleh hanya berkutat pada pembangunan fisik dan pembagian logistik semata.

    "Kami ingin memastikan bahwa pemerintah selalu hadir bersama rakyat, terutama saat menghadapi situasi sulit seperti ini," ujar Bupati Michael Thungari di sela-sela kegiatan, Kamis (11/6/2026).

    Menurut Bupati, luka batin dan trauma yang dialami warga, terutama anak-anak, memiliki urgensi yang sama besarnya dengan kebutuhan pangan. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mengawal masa transisi ini hingga rasa aman dan optimisme masyarakat Marore kembali pulih sepenuhnya. 

    Kunjungan di ujung utara Nusantara ini ditutup dengan penyerahan bantuan stimulan yang diharapkan mampu meringankan beban material warga yang sedang bertahan hidup di pengungsian.


    (OpMud)

    • Comments
    • FB Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Penyembuh Trauma di Tapal Batas: Saat Tawa Anak-Anak Kawio Pecah di Sela Tenda Pengungsian Rating: 5 Reviewed By: elnusanews/com
    Scroll to Top