Lahir di Tahuna pada 24 Agustus 1989, Wahyudy merupakan putra asli daerah yang menghabiskan masa kecilnya di Sangihe. Jejak pendidikannya dimulai dari SD Inpres Betau di Kampung Lapango, Kecamatan Manganitu Selatan, hingga melanjutkan ke SMP Negeri 3 Manganitu Selatan. Untuk jenjang menengah atas, ia menuntaskan studinya di SMA Negeri 2 Tahuna.
Ketertarikannya pada dunia kepolisian membawanya lulus dari Pusdik Gasum Porong pada tahun 2009. Meski telah berkarier di kepolisian, Wahyudy tidak lantas berpuas diri dalam hal pendidikan formal. Di tengah kesibukannya bertugas, ia berhasil menyelesaikan studi Strata 1 (S1) di Fakultas Hukum, Universitas Pembangunan Indonesia (UNPI) Manado pada tahun 2019, sebuah pencapaian yang memperkuat kapasitas intelektualnya di bidang hukum.
Sebelum mengemban amanah sebagai ajudan orang nomor dua di Sangihe, Bripka Wahyudy bukanlah sosok baru di lapangan. Ia memiliki rekam jejak yang cukup disegani saat menjabat sebagai Kanit Reskrim di Polsek Tamako. Pengalaman di dunia reserse yang menuntut ketelitian, kecepatan berpikir, dan ketegasan mental menjadi modal berharga bagi perannya saat ini.
Transisi dari seorang penyidik yang berhadapan langsung dengan kasus kriminal menjadi seorang ajudan pimpinan daerah menuntut adaptasi yang cepat. Namun, bagi Wahyudy, inti dari keduanya tetap sama: Pengabdian.
Kini, wajahnya kerap terlihat sigap di samping Wakil Bupati dalam berbagai kunjungan kerja, mulai dari pelosok desa hingga agenda di ibu kota kabupaten. Kedisiplinan yang ditempa di kepolisian dan pemahaman hukum yang matang menjadikannya sosok yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi mitra pendukung kelancaran tugas-tugas pemerintahan di Kabupaten Kepulauan Sangihe.
(OpMud)



0 komentar:
Post a Comment