SANGIHE, Elnusanews – Deru mesin kapal layanan kesehatan bergerak Rumah Sehat BAZNAS membelah ombak, membawa rombongan Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, menuju tepian Pulau Kalama. Namun, kunjungan kali ini bukan sekadar urusan birokrasi atau meninjau potensi sarang burung walet yang tersohor itu. Lebih dari itu, Bupati datang membawa "napas segar" lewat serangkaian pelayanan publik yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.
Kehadiran orang nomor satu di tanah tampunganglawo ini disambut hangat dengan prosesi adat. Kerinduan warga akan perhatian pemerintah dijawab tuntas melalui kolaborasi berbagai dinas yang menghadirkan pengobatan gratis, bantuan pendidikan, hingga pasar murah di tengah pemukiman warga.
Di sudut pulau, antusiasme warga memuncak saat Dinas Ketahanan Pangan menggelar pasar murah. Kepala Dinas Pangan Sangihe, Marthin Pudihang, memastikan bahwa stok bahan pokok yang dibawa habis terjual untuk meringankan beban ekonomi warga Kalama.
"Kami membawa 50 karung beras SPHP ukuran 5kg yang dijual seharga Rp57.500, gula pasir seharga Rp18.500/kg, dan telur ayam dengan harga Rp65.000 per baki," jelas Marthin. Tak hanya itu, Dinas Perindag turut menambah stok berupa beras premium kemasan 2 kg dan puluhan botol minyak kelapa. "Semua kami jual sampai habis demi memastikan kebutuhan dapur warga terpenuhi," tambahnya.
Tak hanya urusan dapur, masa depan anak-anak Pulau Kalama juga menjadi prioritas. Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, bantuan diserahkan langsung kepada siswa dari keluarga kurang mampu.
Kadis Pendidikan, Jullien Manangkalangi, mengungkapkan bahwa bantuan ini bersifat tepat sasaran sesuai koordinasi dengan kepala sekolah. "Kami membagikan 22 paket perlengkapan sekolah berupa tas dan alat tulis untuk anak-anak jenjang PAUD, SD, hingga SMP. Kami ingin mereka tetap semangat belajar meski berada di wilayah kepulauan," tuturnya.
Sementara itu, pelayanan kesehatan menjadi sektor yang paling padat peminat. Kabid P2P Dinas Kesehatan, dr. Ellen Iyong, melaporkan bahwa pada Selasa (30/04/2026), sebanyak 151 warga telah terlayani dalam aksi pengobatan gratis tersebut.
"Fokus kami hari ini adalah pemeriksaan gula darah serta pemberian obat-obatan bagi penderita asam urat dan hipertensi," ujar dr. Ellen. Pelayanan ini menjadi krusial mengingat akses kesehatan yang cukup menantang dari pulau terpencil.
Rangkaian kunjungan kerja ini tidak berakhir saat matahari terbenam. Setelah disambut secara adat pada siang hari, Bupati Michael Thungari menutup kunjungan dengan acara kebersamaan bersama masyarakat pada malam harinya. Di bawah langit Kalama, sekat antara pimpinan dan rakyat tampak lebur dalam suasana kekeluargaan.
Kunjungan ini menjadi bukti nyata bahwa "Sentuhan Kasih" dari pemerintah bukan sekadar slogan, melainkan hadir dalam bentuk pangan yang terjangkau, tas sekolah yang baru, dan tubuh yang lebih sehat bagi masyarakat Pulau Kalama.
(OpMud)




0 komentar:
Post a Comment