SANGIHE , Elnusanews – Ujian hidup yang datang bertubi-tubi kerap kali meruntuhkan harapan. Namun bagi Gwen Stevano Takaliuang, getirnya "air tuba" kehidupan justru menjadi bahan bakar untuk mengukir prestasi.
Siswa SD GMIST Betani Beha, Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe ini baru saja membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk menyerah.
Pada hari ini Jumat, (19/06/2026) Gwen resmi dinyatakan lulus Sekolah Dasar (SD) Tahun Ajaran 2025/2026. Tidak sekadar lulus, ia berhasil menduduki peringkat keempat dari total 10 siswa di kelasnya.
Pencapaian Gwen terasa luar biasa jika melihat badai yang menimpa keluarganya. Sejak duduk di bangku kelas 3 SD, Gwen harus kehilangan figur seorang ibu yang pergi meninggalkannya. Di usia yang masih sangat belia, ia terpaksa bertumbuh tanpa dekapan kasih sayang ibu.
Beruntung, sang nenek—ibu dari ayahnya—hadir menjadi pelipur lara. Nenek yang penyayang itulah yang selama ini memeluk Gwen dan mengobati kerinduan mendalamnya pada sosok ibu.
Namun, ujian belum selesai. Di waktu yang hampir bersamaan, sang ayah, Stefen Takaliuang, divonis mengalami kelumpuhan. Bayang-bayang keputusasaan sempat menggelayuti pikiran Stefen saat melihat kondisinya yang tak lagi berdaya.
"Dengan semangat yang tersisa, saya berusaha memberikan yang terbaik untuk buah hati saya. Dorongan keluarga dan saudara juga menjadi motivasi besar bagi hidup saya," ungkap Stefen dengan mata berkaca-kaca.
Melihat binar mata Gwen yang masih membutuhkan bimbingannya, Stefen memilih bangkit. Dukungan keluarga besar menjadi pilar utama bagi Stefen untuk terus berjuang melawan penyakitnya demi masa depan sang anak.
Hidup dalam keterbatasan fisik sang ayah dan tanpa kehadiran ibu tidak membuat Gwen rendah diri. Di sekolah, ia dikenal sebagai anak yang tangguh. Meski dalam keseharian ia sering menanyakan keberadaan ibunya, Gwen mampu tampil ceria dan belajar tanpa beban di sekolah.
Ketabahan dan kedewasaan dini yang ditunjukkan Gwen bersama ayah dan neneknya kini menjadi inspirasi besar bagi lingkungan sekolah. Guru-guru dan teman-temannya kagum akan semangat baja bocah tersebut.
Langkah Gwen tidak berhenti di sini. Setelah lulus, ia bersiap melanjutkan pendidikan ke tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) di SMP Negeri 2 Naha, Kecamatan Tabukan Utara.
Momen kelulusan Gwen dirayakan dalam acara pelepasan siswa SD GMIST Betani Beha yang berlangsung di Bangsal Gereja Betani Beha. Suasana haru dan khidmat menyelimuti ruangan saat nama Gwen dipanggil sebagai salah satu lulusan terbaik.
Acara tersebut dihadiri oleh seluruh orang tua murid, komite, dan majelis guru. Air mata yang dulu menetes karena kesedihan kini telah berubah menjadi air mata kebahagiaan dan kebanggaan atas prestasi yang diraih Gwen.
(OpMud)





0 komentar:
Post a Comment