SANGIHE, Elnusanews – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tahuna memastikan stabilitas pasokan listrik di wilayah daratan Kepulauan Sangihe telah pulih sepenuhnya. Tuntasnya perbaikan sejumlah mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) menjadi kunci berakhirnya periode pemadaman bergilir di wilayah tersebut.
Asisten Manager Keuangan dan Umum PLN UP3 Tahuna, Edmond Sahagadi, menyatakan bahwa normalisasi ini merupakan realisasi komitmen manajemen kepada Pemerintah Daerah dan masyarakat.
"Sesuai komitmen Manager PLN UP3 Tahuna, Bapak Dimas, saat rapat koordinasi dengan Pemda, per 19 Februari penghentian aliran listrik akibat gangguan mesin pembangkit sudah tidak ada lagi. Bahkan, sejak 18 Februari sistem kami sudah stabil," ungkap Sahagadi saat memberikan keterangan di Kantor PLN UP3 Tahuna, Selasa (24/2/2026).
Pemulihan sistem kelistrikan ini didukung oleh optimalisasi mesin di PLTD Tamako, serta kehadiran unit mesin tambahan yang ditempatkan di PLTD Petta dan PLTD Lesabe. Langkah strategis ini tidak hanya mengakhiri defisit daya, tetapi juga memberikan cadangan energi bagi Sangihe.
"Saat ini, sistem kelistrikan Sangihe mengalami surplus pasokan daya sekitar 1,5 Mega Watt (MW) atau setara 1.500 KW," rincinya.
Meski pasokan daya telah surplus, Sahagadi mengingatkan bahwa potensi penghentian aliran listrik tidak terencana (padam darurat) masih bisa terjadi akibat faktor eksternal, bukan karena kerusakan mesin.
"Jika terjadi padam, sifatnya darurat atau sesaat. Penyebab utamanya adalah gangguan pada jaringan distribusi, seperti pohon tumbang akibat cuaca ekstrem yang menyentuh kabel jaringan di sistem Sangihe," jelas Sahagadi.
Pihak PLN UP3 Tahuna berkomitmen terus melakukan mitigasi dan pemeliharaan jaringan secara rutin guna memastikan pelayanan di wilayah kerja PLTD Petta, Tamako, dan Lesabe tetap optimal bagi masyarakat.
(OpMud)


0 komentar:
Post a Comment