SANGIHE , Elnusanews – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop-UKM) Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe terus memacu pembangunan infrastruktur ekonomi kerakyatan di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Saat ini, dinas terkait tengah mengebut pembangunan empat gerai Koperasi Merah Putih, sekaligus memanfaatkan momentum Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII di Gorontalo untuk mempromosikan produk UMKM lokal ke kancah nasional.
Hal ini ditegaskan oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Stevi Barik, SE, usai mengikuti pembukaan PENAS dan Pameran UMKM di Kota Limboto, Provinsi Gorontalo, Sabtu (20/6/2026).
"Sampai saat ini, kami terus melakukan pendampingan intensif terkait Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan. Untuk Kabupaten Kepulauan Sangihe, satu gerai telah diresmikan langsung oleh Presiden RI, yaitu Koperasi Desa/Kelurahan (KDK) Merah Putih di Kampung Lapango. Selain itu, pada awal Juni, kami juga telah meluncurkan unit bisnis KDKMP di Kelurahan Apengsembeka," ujar Stevi.
Stevi menjelaskan, saat ini pembangunan fisik sedang berjalan di empat lokasi berdasarkan Surat Keputusan (SKEP), yaitu di Kelurahan Tona 1, Kelurahan Santiago (area Terminal Manente), Kampung Petta (area terminal lama), dan Kampung Naha.
"Progres pembangunan di Kampung Naha sudah mencapai 75 persen, sedangkan untuk Petta, Santiago, dan Tona 1 diperkirakan berada di angka 50 persen. Kami juga membuka kesempatan bagi kampung-kampung lain yang memiliki lahan sesuai kriteria untuk diusulkan dalam tahap pembangunan selanjutnya," tambahnya.
Di sisi lain, kehadiran Diskop-UKM Sangihe di Gorontalo merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memperluas pasar produk lokal. Sangihe bergabung bersama kontingen Sulawesi Utara dalam pameran yang dibuka langsung oleh Wakil Presiden RI serta dihadiri jajaran menteri Kabinet Merah Putih, termasuk Menteri Koperasi. Kehadiran delegasi Sangihe ini turut dikawal langsung oleh Wakil Bupati Kepulauan Sangihe, Tendris Bulahari.
Dalam ajang yang berlangsung dari tanggal 20 hingga 25 Juni 2026 ini, Diskop-UKM bersinergi dengan sejumlah instansi teknis seperti Dinas Perikanan, Dinas Pertanian, Dinas Perindag, Dinas Ketahanan Pangan, dan Dinas Lingkungan Hidup.
"Kami mengambil bagian di stan Provinsi Sulawesi Utara untuk mempromosikan dan menjual produk unggulan UKM Sangihe. Produk yang kami bawa antara lain aneka kue kering olahan, produk berbasis kenari, hingga berbagai kerajinan tangan khas," jelas Stevi.
Sistem pemasaran yang dilakukan tidak hanya menyasar penjualan langsung, tetapi juga membuka peluang kemitraan jangka panjang. Jika ada pengunjung atau investor yang tertarik dalam jumlah besar, dinas akan langsung memfasilitasi dan menghubungkan mereka dengan para pelaku usaha di Sangihe.
Dengan estimasi kehadiran mencapai 30 ribu peserta dari seluruh kabupaten/kota se-Indonesia, PENAS XVII dinilai sebagai momentum emas bagi Sangihe. Tidak hanya sektor UMKM, potensi sektor Perikanan dan Kelautan Sangihe juga ikut dipamerkan.
Stevi berharap, langkah promosi ini tidak berhenti pasca-event di Gorontalo. Diskop-UKM berkomitmen untuk terus menggalakkan promosi produk lokal, baik melalui platform media maupun pameran-pameran strategis lainnya.
"Kalau kita tidak gencar berpromosi, produk kita tidak akan dikenal di luar daerah. Oleh karena itu, saya selalu memotivasi jajaran dinas dan pihak terkait untuk terus menggalakkan promosi ini, agar UMKM Sangihe bisa naik kelas dan dikenal luas di tingkat nasional," pungkasnya.
(OpMud)








0 komentar:
Post a Comment