BITUNG, Elnusanews - Penolakan trhadap aktivitas peledakan (blasting) di rea pertambangan milik PT MSM/TTN di Kelurahan Pinasungkulan, Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung, Sulut,kembali menguat.
Pasalnya, sejumlah masyarakatturun langsung ke lokasi tambang untuk menghentikan kegiatan peledakan yang dinilai mengancam keselamatan warga, Jumat (6/2/2026) tadi.
Aksi ini merupakan bentuk kekecewaan warga terhadap aktivitas pertambangan yang terus berjalan meski mendpat penolakan dari masyarakat sekitar.
"Prusahaan lebih mengutamakan kepentingan produksi dibanding keselamatan masyarakat," kata Esty Sumilat, kepada sejumlah wartawan di lokasi tersebut.
Ibu rumah tangga ini menegaskan bhwa tuntutan warga sebenarnya sederhana tidak mempersoalkan apabila lahan mereka belum dibayarkan oleh perusahaan, namun mereka menolak keras aktivitas peledakn yang terus dilakukan oleh pihak perusahn.
“Kami tidak ribut soal lahan dulu. Yang torang tako disni kegiatan peledakan yang membahayakan keselamatan warga disini,” tegasnya.
Menurutnya, getaran dan suara keras akibat peledakan sudah sangat meresahkan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan warga yang tinggal di sekitar area tambang.
"Namun keluhan tersebut dinilai tidak prnah ditanggapi secara serius oleh pihak perusahaan," bebernya
"Intinya, torang tetap turun demo. Torang akan jaga terus supaya peledakan tidak jalan, sampai kapan pun,” tegasnya.
Sikap tegas warga Pinasungkulan jga mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Ketua Umum Persatuan Organisasi Lintas Agama dan Adat (POLA) Bitung, Puboksa Hutahaean, secara terbuka mengecam aktivitas blasting yang dilakukan perusahaan.
Menurutnya kegiatan peledakan di wilayah yang berdekatan dngan pemukiman warga merupakan tindakan yang berisiko tingi.
“peledakan itu bukan aktivitas biasa, dampaknya bisa fatal bagi warga. Keselamatan masyarakat seharusnya menjadi prioritas utama, bukan malah diabaikan,” tegasnya.
Ia juga meminta pemerintah daerah dan instansi terkait untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi turun langsung melakukan evaluasi menyeluruh trhadap aktivitas pertambangan di Pinasungkulan.
"Yah kami harap pemrintah hadir ditengah-tengah masyarakat yg membutuhkn bantuan pemrerintah daerah," lanjutnya.
Terpisah, Juru Bicara PT MSM/TTD, Sinyo Rumondor, menyampaikan bahwa perusahaan mengklaim telah menerapkan prosedur yang ktat dalam setiap pelaksanaan blasting.
“Dalam pelaksanaan blasting, persahaan selalu mendahulukan aspek keselamatan jika blasting dinilai membahayakan keselamtan siapa pun maka kegiatan tersebut tidak akan dilakukan,” singkatnya ketika dikonfirmasi wartawan.
(*)


0 komentar:
Post a Comment