SANGIHE, Elnusanews – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sangihe, Wandu Labesi, menuntut pembuat flayer hoaks status Gunung Api Awu untuk segera menyampaikan permohonan maaf secara terbuka ke publik.
Tuntutan tegas ini menyusul kegaduhan dan kepanikan warga akibat beredarnya selebaran digital palsu di media sosial Facebook, yang mencantumkan logo resmi BPBD Sangihe dan menyebut status gunung telah naik ke Level IV (Awas). Padahal, kondisi riil Gunung Api Awu saat ini masih di Level III (Siaga).
"Kami tentu berharap yang bersangkutan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka karena informasi ini disampaikan melalui media sosial. Jadi dia harus menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas kekeliruan yang dilakukan sehingga masyarakat memahami apa yang sebenarnya terjadi," ujar Wandu Labesi, Kamis (28/05/2026).
Pelaku pembuatan flayer tersebut diketahui merupakan seorang pegawai Bank Sulutgo di Kabupaten Kepulauan Talaud berinisial RM. Saat dikonfirmasi, RM berdalih bahwa narasi hoaks tersebut murni merupakan kesalahan teknis akibat penggunaan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).
RM mengaku awalnya ingin membuat konten edukasi mitigasi dengan konsep kalimat: “Gunung Api Awu Sangihe Jika terjadi peningkatan menjadi Level IV (Awas)”.
“Tetapi setelah dibuat (menggunakan ChatGPT), kata ‘Jika’ tidak muncul di flayer sehingga menimbulkan kesalahpahaman dan seolah-olah statusnya sudah resmi naik,” ungkap RM.
Wandu Labesi menyayangkan kecerobohan tersebut. Menurutnya, isu kebencanaan Gunung Awu sangat sensitif bagi psikologis masyarakat . Status Level IV atau "Awas" berarti perintah evakuasi massal harus segera dilakukan oleh pemerintah dan warga.
"Kalau sudah naik ke level awas, ada banyak hal yang harus dilakukan pemerintah daerah termasuk masyarakat harus mengungsi. Nah, ini yang menjadi sumber keresahan masyarakat," kata Wandu.
Ia juga menyentil latar belakang RM yang merupakan seorang pekerja formal. Menurut Wandu, seorang karyawan atau pegawai seharusnya menjadi teladan di tengah masyarakat, bukan justru menjadi sumber penyebar informasi yang menyesatkan.
Mengantisipasi kepanikan yang meluas, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe memastikan bahwa seluruh sistem kedaruratan telah disiapkan dengan matang jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan aktivitas vulkanik yang riil. Warga diminta hanya memercayai rilis data resmi dari pemerintah daerah.
Hingga saat ini, rekomendasi jarak aman dari PVMBG belum berubah. Masyarakat dilarang keras melakukan aktivitas apa pun dalam radius 4 kilometer dari puncak kawah aktif Gunung Api Awu.
"Masyarakat diharapkan agar tetap tenang dan tetap beraktivitas normal. Informasi yang benar adalah informasi resmi dari pemerintah daerah," pungkas Wandu.
(OpMud)



0 komentar:
Post a Comment