BITUNG, Elnusanews - Ketua Umum Persatuan Organisasi Lintas Agama dan Budaya (POLA) Bitung Puboksa Hutahaean menghadiri Puncak Tulude 2026 di Lapangan Kantor Walikota Bitung, Jumat (30/1/2026).
Boksa hadir mengenakan pakaian adat nusa utara, mengikuti seluruh rangkaian kegiatan adat dan seni, termasuk ritual khas Tulude.
Ia didampingi sejumlah ketua ormas lainnya dan menyampaikan pentingnya melestarikan budaya lokal serta memperkuat kebersamaan masyarakat.
Puboksa juga mengapresiasi kehadirannya di acara tersebut, menyebutnya sebagai kesempatan berharga untuk melihat antusiasme warga dalam merayakan tradisi Tulude.
"Acara tahunan ini menjadi momen penting bagi masyarakat untuk merayakan budaya dan tradisi lokal, serta upacara Adat Tulude bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan wujud rasa syukur sekaligus pengingat pentingnya menjaga persatuan dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Kota Bitung,” kata Puboksa, ketika diwawancara sejumlah wartawan disela -sela kegiatan berlangsung.
Menurutnya, nilai-nilai adat dan budaya memiliki peran strategis dalam merawat keharmonisan sosial serta memperkuat ikatan antarkelompok masyarakat.
“Adat dan budaya adalah perekat sosial. Jika kita rawat bersama, maka persatuan akan semakin kuat dan kehidupan masyarakat akan tetap harmonis,” harapnya.
Pria vokal ini juga menilai bahwa penganugerahan gelar adat memiliki makna filosofis yang mendalam sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai kearifan lokal dan kontribusi nyata dalam menjaga ketertiban serta kedamaian daerah.
“Gelar adat ini merupakan simbol penghargaan atas komitmen menjaga kehidupan bermasyarakat yang rukun, damai, dan saling menghargai,” jelasnya.
Sementara itu, Ia juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Bitung, khususnya Walikota Bitung Hengky Honandar dan Wakil Walikota Randito Maringka yang dinilainya konsisten menjaga silaturahmi dan membangun komunikasi tanpa sekat perbedaan.
“Kami mengapresiasi kepemimpinan Pemerintah Kota Bitung yang terus menjaga silaturahmi lintas elemen masyarakat tanpa membeda-bedakan latar belakang. Ini menjadi modal penting untuk menciptakan Kota Bitung yang aman dan kondusif,” tegasnya.
Ia berharap, melalui pelestarian adat dan budaya seperti Upacara Adat Tulude, Kota Bitung ke depan semakin kuat dalam menjaga persatuan serta stabilitas sosial.
“Semoga ke depan Kota Bitung semakin solid, damai, dan kondusif sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai adat, budaya, dan toleransi,” pungkasnya.
(*)


0 komentar:
Post a Comment