SANGIHE, Elnusanews – Proses transisi sistem pengadaan obat dari metode manual ke digital menjadi biang keladi di balik keluhan warga terkait kosongnya stok obat di RSD Liung Kendage Tahuna. Akibatnya, hingga saat ini pasien masih terpaksa menebus resep di apotek luar rumah sakit.
Direktur RSUD Liung Kendage, dr. Polideng Dalawir, mengonfirmasi bahwa pihak manajemen tengah berupaya keras memulihkan ketersediaan obat yang terganggu akibat peralihan ke sistem e-catalog.
"Sejak tahun lalu pengadaan obat masih menggunakan metode non e-catalog. Tahun ini kami mulai beralih ke sistem e-catalog sesuai regulasi pengadaan barang dan jasa di bidang kesehatan," ungkap dr. Polideng saat dikonfirmasi, Rabu (29/04/2026).
Ia mengakui bahwa perubahan regulasi ini berdampak pada durasi distribusi. Meski pesanan sudah dilakukan sejak Februari hingga April, proses pengiriman memakan waktu lebih lama dibandingkan sistem sebelumnya.
Saat ini, pihak rumah sakit berada dalam fase krusial di mana stok yang dipesan masih dalam perjalanan. Namun, dr. Polideng membawa kabar baik bahwa sebagian obat sudah mulai tiba di gudang farmasi dalam beberapa hari terakhir.
"Kami menargetkan dalam beberapa minggu hingga bulan ke depan, seluruh kebutuhan obat yang dibutuhkan tenaga medis dapat terpenuhi dan kondisi kembali normal," tambahnya dengan optimis.
Guna meminimalisir dampak bagi pasien, manajemen RSD Liung Kendage telah menempuh langkah antisipatif dengan menjalin kerja sama lintas sektor. Saat ini, rumah sakit mengandalkan pinjaman stok obat dari Dinas Kesehatan Daerah dan instalasi farmasi di sejumlah Puskesmas.
Meski bantuan mulai mengalir, dr. Polideng secara terbuka memohon maaf karena pelayanan belum bisa berjalan maksimal 100 persen.
"Kami menyadari bahwa belum semua resep bisa dipenuhi sepenuhnya. Masih ada beberapa obat yang sementara waktu harus dicari pasien di luar rumah sakit," pungkasnya.
(OpMud)



0 komentar:
Post a Comment