SANGIHE, Elnusanews _ Masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe diimbau bersiap menghadapi gangguan koneksi internet selama sembilan hari ke depan. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengumumkan bahwa proses restorasi partial cut jaringan Palapa Ring Tengah segmen Tahuna–Melonguane akan resmi dimulai pada Kamis, 16 April 2026.
Pekerjaan infrastruktur vital ini diperkirakan berlangsung hingga 24 April 2026. Selama periode tersebut, layanan internet di wilayah Sangihe berpotensi mengalami gangguan serius hingga putus total.
Kepala Dinas Kominfo Sangihe, Ronald Lumiu, SH, mengonfirmasi bahwa seluruh persiapan teknis telah memasuki tahap akhir. "Hari ini, 15 April, kapal sudah melakukan loading material di Pelabuhan Bitung. Besok, 16 April, kapal sudah berada di posisi perairan Tahuna–Melonguane untuk memulai pengerjaan," ujar Lumiu kepada awak.Rabu (15/4/2026).
Menurut Lumiu, perbaikan kabel bawah laut ini melibatkan prosedur teknis yang kompleks, meliputi lima tahapan utama:
1. Cutting Drive: Pemotongan dan pengangkatan kabel yang rusak ke permukaan.
2. Laying Cable Jumper: Pemasangan kabel pengganti sebagai penghubung sementara.
3. Final Joint: Penyambungan akhir menggunakan peralatan khusus tahan tekanan dasar laut.
4. Testing dan Stability Test: Pengujian sinyal menyeluruh untuk memastikan stabilitas koneksi.
5. Clear Out: Tahap akhir dan penyelesaian administrasi operasional kapal.
Meski akses internet lumpuh, Lumiu memastikan layanan komunikasi dasar seperti telepon seluler dan SMS masih dapat digunakan. Pihak penyedia layanan telah menyiapkan sistem radio link sebagai langkah antisipasi.
"Kami upayakan masyarakat tetap bisa menikmati layanan telepon biasa. Untuk kebutuhan internet mendesak, warga disarankan menggunakan alternatif jaringan berbasis satelit seperti Starlink," tambahnya.
Isu ini juga menjadi perhatian serius Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, SE., MM. Dalam rapat koordinasi, Bupati menginstruksikan agar setiap perkembangan di lapangan dilaporkan secara terbuka kepada publik setiap hari.
"Bupati menekankan transparansi. Progres harian harus disampaikan kepada masyarakat agar warga tahu sejauh mana proses restorasi berjalan.
Langkah transparansi ini telah disepakati oleh pemangku kepentingan terkait, termasuk BAKTI, ComDigi, dan PT LEN Indonesia selaku pelaksana proyek.
(OpMud)



0 komentar:
Post a Comment