SANGIHE, Elnusanews – Menjadi seorang aparatur sipil negara (ASN) bukan sekadar menjalankan tugas rutinitas kantor. Bagi Angela Prowanti Eka Hallubsa, S.A.P, profesi ini adalah panggung pengabdian yang menuntut pengorbanan besar, keteguhan hati, dan pembelajaran tanpa henti demi kemajuan daerah tercinta, Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Perempuan kelahiran Tahuna, 17 Agustus 1987 ini merupakan anak tunggal dari pasangan Andy Hallubsa, AK dan Engelin Abislon. Tumbuh besar di Sangihe, Angel—sapaan akrabnya—menyelesaikan pendidikan di SMK Negeri 1 Tahuna pada tahun 2006 sebelum akhirnya memulai karier sebagai abdi negara.
Jejak pengabdian Angel di birokrasi dimulai saat ia diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 1 Januari 2010. Tugas pertamanya ditempatkan pada Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Satu dekade berselang, ia resmi menerima Surat Keputusan (SK) Pegawai Negeri Sipil (PNS) TMT 1 April 2020 beralih dari golangn II ke golongan III.
Diantara rentang waktu tersebut, sebelumnya Angel terpilih untuk mengemban amanah penting. Pada Juni 2015, ia diberangkatkan ke ibu kota untuk melaksanakan tugas belajar di Pendidikan Ilmu Kepegawaian Badan Kepegawaian Negara (PIK BKN) Pusat Jakarta Angkatan VIII.
Pendidikan intensif tersebut berhasil diselesaikannya pada November 2019. Mengantongi gelar Sarjana Administrasi Publik (S.A.P), Angel tidak memilih menetap di kota besar. Ia langsung memilih pulang ke kampung halaman untuk mengaplikasikan ilmunya. Sejak 20 Agustus 2020 hingga saat ini, ia mendedikasikan keahliannya di Bagian Organisasi Setda Kabupaten Kepulauan Sangihe.
"Ditemui media ini pada Jumat (29/5/2026), Angel membagikan refleksi mendalam mengenai perjalanan hidup, karier, dan pengorbanan yang telah ia lalui selama merantau dan menuntut ilmu jauh dari keluarga.
"Ketika kita ingin mendapatkan sesuatu yang baik, pasti dibutuhkan pengorbanan yang besar. Demi meraih mimpi, ada banyak hal yang harus kita lalui, bahkan ada banyak kehilangan yang harus kita alami," ujar Angel penuh makna.
Bagi Angel, kunci utama menghadapi dinamika kehidupan adalah cara merespons dan menyikapi setiap tantangan. Pengalaman hidup mendidiknya untuk menjadi pribadi yang sabar dan ikhlas, terutama saat realita tidak berjalan sesuai dengan rencana manusia.
"Kita harus menanamkan dalam hati dan pikiran bahwa semua sudah tertakar sesuai porsi masing-masing. Tidak perlu menyalahkan keadaan atau orang lain saat perjalanan hidup, keluarga, maupun karier tidak sesuai rencana," tuturnya bijak.
Ia meyakini bahwa setiap tetes keringat dan rasa lelah yang dirasakan dalam proses berjuang akan membuahkan hasil yang setimpal pada waktunya.
"Perjuangan, kesabaran, dan setiap lelah kita akan sebanding dengan hasil yang nanti diperoleh. Proses tidak akan mengkhianati hasil. Jadi nikmati setiap proses, lalui perjalanannya, dan jangan pernah berhenti berjuang!" pungkas Angel menyemangati generasi muda Sangihe.
(OpMud)



0 komentar:
Post a Comment