• Berita Terbaru

    October 20, 2022

    elnusanews/com October 20, 2022

    Waduh Sadis, Di Duga Nozzle SPBU Dendengan Dibuka Tanpa Sepengetahuan Badan Metrologi


    MANADO,Elnusanews-- Kabar mengagetkan datang dari Pertamina, dan teriakan masyarakat ketika Bahan Bakar Minyak (BBM) naik bahwa minyak dalam kendaraan sangat cepat habis, ini menjadi tanda tanya besar. Namun, apakah minyak yang cepat menguap atau ada Kecurangan dalam ukuran.

    Pasalnya, berdasarkan informasi masyarakat yang memantau langsung di SPBU Dendengan terlihat ada pembukaan Nozzle atau dispenser BBM  pada malam hari tanpa sepengetahuan badan metrologi.

    Alat yang gunanya untuk pendataan penyaluran distribusi BBM yang terpantau secara real time, sehingga pemerintah bisa melakukan pengendalian distribusi dan menghilangkan kecurangan di SPBU diduga segel telah dibuka.

    Sekjen Lembaga Pengawasan, Pelatihan dan Pemberdayaan (LP3) Provinsi Sulawesi utara (Sulut) mengatakan, pihak pertamina dan Instansi terkait harus rutin melakukan uji tera di seluruh SPBU di Sulawesi utara khususnya kota manado.

    “Hal ini kami minta karena kuat dugaan kami ada kecurangan yang terjadi di beberapa SPBU diseputaran kota manado setelah diketahui ada ketidakwajaran pada mesin dispenser dan kuat dugaan kami ada oknum yang coba membuka segel Nozzel di SPBU. Karena ada informasi pada tengah malam di sala satu SPBU di Kota manado membuat kegiatan pekerjaan malam dengan membuka nozzle yang disegek. Sedangkan yang kami tau kegiatan di SPBU terlebih lagi pada nozzle Atau membuka segel ini harusnya dilakukan oleh pihak metrologi atau teknisi dan apakah teknisi bekerja pada tengah malam, dan kami meminta agar Aparat Penegak Hukum Lakukan Pemeriksaan di setiap SPBU yang menjual BBM jenis solar Ini akan membuat keraguan bagi konsumen terhadap perusahaan penyedia bahan bakar Pertamina bisa terjadi, ” ucap Limpek.

    Limpek meminta agar pihak Pertamina melakukan uji tera. Di BEBERAPA SPBU yang ada di kota manado Jika ada SPBU yang terbukti ada kecurangan, dirinya berharap Pertamina memberikan sanksi tegas seperti skorsing sampai dengan pemutusan hubungan usaha.

    Karena ini terkait dengan dugaan kecurangan ukuran di beberapa SPBU Saya berharap Badan Metrologi Sulawesi Utara terkait dengan dugaan tersebut. Lakukan uji tera uji takaran untuk memastikan bahwa keluaran produk solat, pertalite  dan pertamax dari nozzle  yang diuji masih sesuai dengan cakupan toleransi yang diterapkan.

    Lanjutnya, kuat dugaan kami ada komponen dispenser yang diduga tidak sesuai standar dan diduga sudah pernah mengalami modifikasi. Atau segel sudah perna dibuka oleh oknum yang bukan bidangnya sesuai dengan aturan yang di tetapkan baik pemerintah maupun pertamina kami meminta lakukan pengecekan  rekaman CCTV yang terdapat di SPBU -SPBU Ini  adanya kegiatan  petugas SPBU atau Teknisi ilegal yang membuka mesin dispenser tersebut dalam kurun waktu 2 hari terakhir  di waktu tengah malam.

    “Kalau benar ada, untuk penyelidikan lebih jauh dilakukan penyegelan. Agar tidak ada yang datang mengotak atik Nozzel ini lagi. Dan seharusnya setiap harinya sebelum beroperasi, SPBU diwajibkan untuk melakukan uji tera nozzle dan dispenser produk dengan menggunakan bejana ukur yang terstandarisasi. Hasilnya dipastikan masih masuk dalam ambang toleransi kewajaran, yang diatur dalam nota kesepahaman bersama Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kementerian Perdagangan dan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Kementerian ESDM kurang berapa mililiter untuk setiap berapa liter produk yang diuji,” ujarnya.

    Apakah Kalau SPBU seperti ini sudah memiliki sertifikasi Pasti Pas. SPBU dengan sertifikasi Pasti Pas dikontrol takarannya secara rutin oleh pihak auditor dengan toleransi yang lebih kecil dibandingkan ketentuan maksimal mililiter atau liternya.

    “Untuk selalu meningkatkan pelayanan dalam menyalurkan BBM bagi masyarakat, kami berharap apabila ada dugaan ketidaksesuaian ukuran dalam penjualan BBM di SPBU, segera di berikan sangsi tegas dan kami berharap ada kami LP3 Sulut di libatkan dalam melakukan uji ini oleh pihak terkait guna memastikan bahwa tidak ada kecurangan yang terjadi di SPBU seperti dugaan kami. Demi keterbukaan informasi,” jelas Calvin Skejen LP3 Sulut.

    Saat dikonfirmasi kepada maneger SPBU Dendengan Ko Jemmy membenarkan hal tersebut. Namun alasannya, pembukaan nozzle   untuk membersihkan atau memeperbaiki jaringan jika rusak.

    “Ada dua hal, kami membuka untuk membersihkan filter dan jika ada kebocoran-kebocoran harus di lem. Tapi untuk segel harus badan metrologi, ” ungkapnya. (Tommy)

    • Comments
    • FB Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Waduh Sadis, Di Duga Nozzle SPBU Dendengan Dibuka Tanpa Sepengetahuan Badan Metrologi Rating: 5 Reviewed By: elnusanews/com
    Scroll to Top