• Berita Terbaru

    December 18, 2022

    elnusanews/com , December 18, 2022

    Disparda Sulut Gelar Workshop Pengembangan Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Bagi ASN



    SULUT,Elnusanews - Dinas Pariwisata Daerah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menggelar Workshop Pengembangan Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Bagi ASN, Kamis 17 November 2022, Bertempat di Hotel Sintesa Penisula Manado.

    Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Utara Henry R.W. Kaitjily, SH.

    Dalam arahannya Henry Kaitjily menegaskan bahwa adapun latar belakang Pembangunan Ekonomi Kreatif Indonesia harus dilakukan secara sinergi antara Pemerintah Pusat dan daerah. Salah satu kunci keberhasilan pembangunan ekonomi kreatif mampu menyentuh pada pemabngunan ekonomi masyarakat. Keberhasilan ekonomi kreatif perlu didukung oleh kualitas Aparatur Spil Negara bidang ekonomi kreatif yang unggul. 

    "Oleh karena itu para ASN Bidang ekonomi kreatif harus dikembangkan sesuai dengan perkemabangan situasi dan kondisi yang ada. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata  dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesi berupaya mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) agar memahami Ekonomi Digital dan Produk Kreatif. Hal tersebut didukung dengan kegiatan yang dijabarkan dalam Dana Dekonsentrasi untuk tahun 2022. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mensinergikan dan mengembangan ekonomi kreatif dan rantai nilai sektor ekonomi kreatif di daerah, khususnya bagi ASN, agar masing-masing dapat memahami tugas dan tanggung jawab bersama dalam pengembangan sektor ekonomi kreatif. Pengembangan Ekonomi kreatif merupakan integrasi antara kreativitas, pembangunan sarana, prasarana dan manusia di lingkup ekonomi kreatif. Program ini didasari juga oleh Undang-Undang Nomor 24 tahun 2019 tentang ekonomi kreatif. ASN bidang ekonomi kreatif merupakan bagian dari sumber daya manusia ekraf yang harus dioptimalkan agar mampu membina dan mengelola potensi ekonomi kreatif secara sistematis, terstruktur dan berkelanjutan. Hal ini juga sejalan dengan upaya pengarusutamaan ekonomi kreatif yang memberikan nilai tambah pada produk ekonomi kreatif yang unggul dan berdaya saing tinggi, mdah diakses dan terlindungi secara hukum," bebernya.

    Ia mengatakan dengan latar belakang kondisi diatas, maka perlu untuk dilaksanakan Workshop Pengembangan Ekonomi Digital dan Produk Kreatif bagi Aparatur Sipil Negara.

    "Tujuan pelaksanaan kegiatan Workshop Pengembangan Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Bagi ASN adalah memberikan penjelasan mengenai program dan target capaian output dalam program dekonsentrasi kepada dinas daerah/provinsi dalam upaya pengawasan dan pengembangan ASN bidang pariwisata dan ekonomi kreatif daerah Menjelaskan mekanisme pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi kegiatan dekonsentrasi untuk pengawasan dan pengembangan ASN Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui pedoman teknis," tuturnya.

    Diketahui adapun para Peserta Workshop Pengembangan Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Bagi ASN yakni ASN Dinas Koperasi dan UKM Daerah Provinsi Sulawesi Utara; ASN Bappeda Provinsi Sulawesi Utara; ASN Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara; ASN Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Daerah Provinsi Sulawesi Utara; ASN Polisi Pamong Praja Provinsi Sulawesi Utara; ASN Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota se-Sulawesi Utara; ASN Dinas Pariwisata Daerah Provinsi Sulawesi Utara. 

    Narasumber pada kegiatan ini yakni Ronald Sorongan, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Daerah Provinsi Sulawesi Utara, dengan materi “Pengembangan Ekonomi Kreatif Daerah”. Yanwar Arif, Direktorat Fashion dan Design Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, dengan materi “Kebijakan Pengembangan Ekonomi kreatif.                                                                                                Riyuniawan Subekti, Statistisi Ahli Muda Direktorat Neraca Produksi Badan Pusat Statistik, dengan materi “Nilai Tambah Ekonomi Kreatif”.

    Kenny Pinangkaan, Wakil Ketua Asosiasi Creative Economy Accelerator, Founder Manarou Souvenir/Pelaku Ekraf dengan materi “Masalah dan Potensi Pengembangan Ekonomi Kreatif Daerah”.

    Maria Montu Owner Zabay Collection/Pelaku Ekraf, dengan materi “Sinergi Pengembangan Pelaku Ekonomi Kreatif Daerah”

    Riil Ogy, Owner Coffe Redo/Pelaku Ekraf dengan materi “Rantai Nilai dan Rantai Pasok Sub Sektor Ekraf”.

    Ronald Sorongan, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Daerah Provinsi Sulawesi Utara, dengan materi “Pengembangan Ekonomi Kreatif Daerah”. Gubernur Sulut akan melaunching program “ASN Enterpreneur” khusus bagi ASN yang produktif, kreatif dan inovatif. Karena itu melalui Workshop ini dapat menciptakan kreasi – kreasi baru untuk pengembangan produk ekraf. Fashion dan gaya hidup yang sering berubah – ubah mengikuti zaman, diharapkan Sulawesi Utara akan semakin maju dan berkembang dan semakin dikenal dimata dunia.

    Sedangkan Riyuniawan Subekti, Statistisi Ahli Muda Direktorat Neraca Produksi Badan Pusat Statistik, dengan materi “Nilai Tambah Ekonomi Kreatif”. Perkembangan ekonomi Sulut 6,6% diatas pertumbuhan ekonomi nasional. Ini berarti perkembangan ekonomi di Sulut semakin maju dan berkembang berkat usaha pemerintah dan masyarakat yang ada. Ada 3 (tiga) pokok bahasan materi dari BPS antara lain:

    1. Konsep Nilai Tambah pada PDB/PDRB

    2. Nilai tambah Ekonomi Kreatif

    3. Tata Kelola Statistik

    Melalui pertumbuhan perekonomian nasional di masa depan dengan ide – ide kreatif, ilmu pengetahuan dan tehnologi, budaya dan memperhatikan supply chain kegiatan usaha pariwisata dan ekonomi kreatif. Sangat diharapkan bersama sektor pariwisata dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

    Kenny Pinangkaan, Wakil Ketua Asosiasi Creative Economy Accelerator, Founder Manarou Souvenir/Pelaku Ekraf dengan materi “Masalah dan Potensi Pengembangan Ekonomi Kreatif Daerah”. Menjadi seorang pelaku ekraf tentu ada berbagai masalah yang harus dihadapi tetapi dengan keseriusan semuanya itu pasti dapat teratasi. Banyak potensi untuk menjadi pelaku ekraf yang sukses, harus punya kreativitas, berani mencoba dan menghasilkan ide – ide baru, konsep – konsep baru juga tau membaca peluang.  

    Maria Montu, Owner Zabay Collection/Pelaku Ekraf dengan judul materi “Sinergi Pengembangan Pelaku Ekonomi Kreatif Daerah” Kain batik khas Sulut merupakan salah satu sub sektor ekraf fashion yang bergerak di bidang batik dan asesoris dari batok kelapa. Hal yang penting untuk memulai menjadi pelaku ekraf adalah mulai dari beberapa hal kecil yang tidak membutuhkan banyak modal dan tidak banyak berpikir. Kita harus pintar membaca situasi sekitar dan mengerti apa yang dibutuhkan oleh masyarakat.

    Riil Ogy, Owner Coffe Redo/Pelaku Ekraf dengan materi “Rantai Nilai dan Rantai Pasok Sub Sektor Ekraf”. Untuk dapat menjadi pelaku ekraf yang berhasil tentu harus ada strategi sebagai nilai tambah dan bertahan di tengah banyaknya saingan, pelaku ekraf juga harus punya pengetahuan mengenai supplier, proses produksi dan saluran distribusi yang tepat. 

    (ROKER)

    • Comments
    • FB Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Disparda Sulut Gelar Workshop Pengembangan Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Bagi ASN Rating: 5 Reviewed By: elnusanews/com
    Scroll to Top