• Berita Terbaru

    January 24, 2018

    Elnusa News January 24, 2018

    Dugaan Penggelapan TKD di Minut Berujung di Polres


    MINUT, Elnusanews-- Praktek dugaan pengelapan uang Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) untuk guru kepulauan Kecamatan Likupang dan Kecamatan Likupang Barat. Padahal, untuk Kecamatan Likupang Timur guru yang bertugas di pulau tidak dibayar TKD sebesar Rp 2.5 juta per bulan, per orang. Sedangkan di Kecamatan Likupang Barat guru-guru yang berada di daratan sebesar Rp1 juta per bulan, per orang, tapi sampai sekarang tidak kunjung dibayar. S

    ementara itu, saat dikonfrimasi Plt. Kadis Pendidikan Sofitje Wolajan SE MM mengatakan, dirinya telah menerima laporan terkait tidak dibayarnya TKD para guru. Namun, sesuai laporan bendahara umum Nonsay Umboh sudah diserahkan kepada Bendahara pembantu berinisial ST pada waktu lalu.

    “Dari hasil laporan bendahara umum Nonsay Umboh bahwa TKD tersebut telah disalurkan sejak bulan September melalui bendahara pembantu ST, tapi sayangnya hingga dua kali panggilan dan pertemuan yang bersangkutan tidak mengakui bahwa uang sebesar Rp 265.125.000,- telah diterimanya. Yang diakuinya hanya Rp 100.000.000,-. Jadi terjadi selisih sebesar Rp 165.125.000,-,”ujar Wolajan.

    Menurut Wolajan, dirinya telah memanggil bendahara pembantu sebanyak 3 kali sebagai upaya konfrontir dan untuk menyelesaikan masalah. “Dua kali Dia hadir namun tetap tidak mengakuinya, panggilan yang ketiga hari ini tidak hadir.Diperoleh kabar bahwa yang bersangkutan saat ini sakit. Hal ini telah dilaporkan ke Polres Minut dengan tuduhan penggelapan dana TKD. Hingga saat ini ST belum juga masuk kantor, diperoleh kabar Dia sedang sakit,” pungkas Kadis Diknas baru-baru ini.

    Terpisah saat ditemui media ini, Bendahara Umum Nonsay Umboh membenarkan laporannya ke Polres Minut tersebut. Saat itu dana tersebut dicairkan tunai pada 25 September.

    “Saat itu malam hari saya mengantar uang tunai tersebut bersama anak saya ke rumahnya, namun buku besar untuk menandatangani tanda terima tidak saya bawa,” kata Umboh. 

    Ia juga menjelaskan, selang bulan Oktober dirinya kaget ada guru dari kepulauan datang ke kantor dan menanyakan TKD mereka yang belum kunjung diterima. “

    Kaget dengan kabar ini, keesokan harinya saya bersama beberapa staf keuangan diknas berkunjung ke rumah ST dengan maksud menanyai kebenaran keluhan para guru kepulauan. Saat itu Dia-pun(Bendahara Pembantu-red) mengakui bahwa uang yang diterima tidak masalah dan sedang disalurkan ke guru-guru. Kami-pun diam-diam merekam pembicaraan upaya konfrontir tersebut. Rekamannnya sekarang kami simpan di laptop,” tukas Umboh sembari memberikan rekaman tersebut kepada media ini.

    Lebih jauh dikatakan Umboh dugaan penggelapan dana TKD ini sudah dilaporkannya ke pihak Polres Minut pada Rabu (17/1) dengan nomor LP/39/I/2018 SULUT/Res. Minut yang diterima KA Siaga SPKT Ipda Hengki Pinontoan. (Tommy)

    • Comments
    • FB Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Dugaan Penggelapan TKD di Minut Berujung di Polres Rating: 5 Reviewed By: Elnusa News
    Scroll to Top