Freddy: Kami Tidak Mau Pusing Dengan Wartawan
![]() |
| pabrik pupuk Caption: BUSUK: Bau yang dihasilkan dari pengelohan pupuk di pabrik PT.SAM ini sangat busuk. |
Saat mendatangi Desa Kolongan dan Desa Mapanget, Senin (16/11), ternyata benar bau busuk tercium saat melintasi Desa Kolongan. Terpantau Banyak pengendara dan pejalan kaki yang melintas sampai harus menutup hidung karena bau yang menyengat.
Diketahui pabrik pupuk tersebut berbahan dasar kotoran ayam. Tetapi menurut beberapa warga yang tidak mau identitas mereka di ketahui, mereka juga sering kali melihat Mobil Tinja keluar masuk dari pabrik tersebut. Mereka menduga selain berbahan dasar kotoran ayam, pabrik tersebut juga mencampurnya dengan kotoran manusia.
Ani Londong warga jaga 8, Desa Kolongan mengatakan sudah setahun lebih ini saat pabrik tersebut beroprasi mereka merasa terganggu. “Kalau mau makan, seringkali hilang selera karena bau busuk,” ungkap Ani. Lanjutnya dia bersama sejumlah warga juga sudah pernah mengeluhkan hal ini ke pemerintah Desa Kolongan. Kepala jaga 8, Sam Londong dan kepala jaga 7, Frans Pinaria, Desa Kolongan, membenarkan tentang banyaknya keluhan warga kepada mereka. “Kami telah menyampaikan ini langsung ke Hukum Tua. Dan alangkah baiknya tanyakan saja ke Hukum Tua,” lanjut kedua kepala jaga tersebut.
Sementara itu Hukum Tua Desa Kolongan, Kecamatan Talawaan, Felix Mantiri saat dikonfirmasi membenarkan semua laporan tersebut. “ Saya sudah berusaha untuk menghubungi pihak pabrik, tetapi mereka enggan untuk menemui kami,” kata Mantiri. Dia menambahkan keberadaan pabrik tersebut bisa membahayakan kesehatan warga desanya. Dikarenakan polusi udara yang dihasilkan pabrik tersebut.
Saat wartawan harian ini mendatangi pabrik pupuk tersebut yang pada sebelumya dikonfirmasih ditolak dan tidak dibiarkan masuk, kali ini pihak pabrik sudah menerima kadatangan wartawan. Saat masuk area pabrik saat itu hujan, dan kebenaran tentang bau busuk yang menyengat pun ikut dirasakan.
Bagian ADM PT. SAM Freddy menuturkan, bahwa pihaknya tidak memerlukan kedatangan wartawan untuk mengkonfirmasih. “Kenapa kalian wartawan seakan menjadi perantara kami dengan masyarakat. Kami tidak butuh wartawan jika masyarakat mau ayo datang kemari dan kita cari jalan keluar bersama,” kata Freddy yang biasa dipanggil Ko Freddy itu. “Kami tidak butuh wartawan, kenapa kami harus pusing dengan kalian,” katanya kembali menegaskan pihaknya tidak menerima wartawan. Dijelaskanya bisa saja dugaan masyarakat tentang mobil tinja yang keluar masuk pabriknya itu tidak benar, jika ada yang malihat siapa orangnya dan mana buktinya. Menurutnya pabrik pupuk hanya mengunakaan bahan dasar kotoran hewan yang kering.
Terpisah Kepala Badan Penanggulangan Lingkungan Hidup (BPLH) Minut Tieneke Rarung, menuturkan bahwa pihaknya akan kembali turun ke pabrik tersebut. (TOMMY)



0 komentar:
Post a Comment